==SAID BIN AMIR , Sang Mutiara yang Terpendam==
Posted by lidyacahayakelahiran on July 18, 2006
Entah kenapa dari dulu ==dan sampai sekarang== saya sangat suka dengan nama Za’id dan Sa’id .
Saat gemar-gemarnya membaca siroh sahabat , mulailah saya berkenalan dengan insan-insan utama ,
sosok-sosok luar biasa Zaid bin Haritsah , Zaid bin Tsabit dan Said bin Amir .
==Tentu kita sering mendengar nama Zaid bin haritsah . Meski sebatas bahwa beliau adalah khadam
< pembantu > Rasululloh . Ternyata sebelum dikenal dengan nama Zaid bin Haritsah . Orang Mekkah
lebih mengenalnya sebagai Zaid bin Muhammad .
Zaid , sang pecinta Rasululloh memiliki sejarah hidup yang hebat dan besar . Bagaimana melewati
masa kecilnya ditawan oleh para perampok dan terpisah dari kedua orang tuanya . Diperjualbelikan
sebagai budak . Sampai ke tangan Khadijah , RA . Dan oleh Khadijah dijadikan khadam Rasululloh .
Dan oleh Rasululloh dimerdekakan , diasuh dan dididik oleh jiwa mulia seperti anak Beliau sendiri.
Rasululloh pun sangat mencintainya . Begitu pun Zaid begitu amat mencintai Rasululloh Muhammad sampai
di saat harus memilih antara ayah kandungnya ==yang terpisah belasan tahun== dengan Rasululloh .
Maka Zaid memilih bersama Rasululloh .
Zaid yang memiliki kejujuran yang luar biasa , kebesaran jiwa , kelembutan dan kesucian hati serta
lisan dan tangannya begitu terpelihara menjadi kesayangan Nabi SAW . Dengarlah bagaimana Aisyah
RA berkata perihal "Zaid kesayangan" : " Setiap Rasululloh mengirimkan suatu pasukan yang disertai Zaid
, pastilah ia yang selalu diangkat Nabi sebagai pemimpinnya . Seandainya ia masih hidup sesudah
Rasul , tentulah Zaid akan dipilih sebagai khalifah " . Dan saat menjemput ajal
kesayangan Nabi ini dijemput bidadari karena menyongsong ajal dengan kesyahidannya di perang .
==Sosok kedua , Zaid bin Tsabit . Tentu nama yang satu ini sudah akrab di telinga kita .Meskipun bagaimana
kiprah beliau , kurang nyaring terdengar . Bila kita sekarang bisa menulusuri ayat-ayat Alquran
tanpa harus kerepotan mengumpulkannya . Bisa memahami baris demi baris samapai ke hati .
Dan sekarang Alquran itu berada di tangan kanan anda . Ketahuilah , bahwa di antara orang-orang
yang telah berjasa besar pada anda adalah manusia utama yang bernama Zaid bin Tsabit , sang
penghimpun Al-Qur’an.
Seseorang yang telah masuk ke dalam Islam di usia belia , 11 tahun . Seseorang yang begitu berhasrat
ikut berniaga dengan Alloh dengan Jihad di Jalan Alloh .Meski ditolak berkali-kali oleh Rasul
karena usianya yang terlalu belia . Kepribadian Islamnya berkembang begitu cepat dan menakjubkan.
Ia bukan hanya pejuang tapi ilmuwan dengan berbagai talentanya. Ia tak henti-hentinya menghafal
Alquran, menulis wahyu , dan meningkatkan kemampuannya bahkan dalam menguasai berbagai bahasa.
Itulah sosok Zaid bin Tsabit . Yang akrab di telinga . Dan semoga akrab di hati dan amal-amal kita.
==Tapi lihatlah sosok yang ketiga , Said bin Amir. Hampir kita tidak pernah mendengar namanya.
Seperti dikatakan di siroh sahabat ,sewaktu pandangan kita tertumbuk pada Said dalam kumpulan
orang banyak , tidak suatupun keistimewaan yang memikat dan mengundang perhatian kita . Mata kita
akan melihat salah seorang di antara anggota pejuang dengan tubuh berdebu dan berambut kusut masai
yang baik pakaian maupun bentuk lahirnya tak sedikitpun bedanya dengan yang lain .
Seandainya yang menjadi ukuran itu pakaian dan rupa lahir maka takkan kita jumpai petunjuk yang akan
menyatakan siapa sebenarnya ia .
Kebesaran tokoh ini lebih mendalam dan berurat akar daripada tersembul di permukaan lahir yang kemilau
Ia jauh tersembunyi di balik kesederhanaan dan kebersahajaan . Ya, dialah sang mutiara yang
terpendam di perut lokan .
Ia adalah salah seorang sahabat Rasul yang utama,walaupun namanya tidak seharum nama mereka yang
telah terkenal . Ia adalah salah seorang yang taqwa dan tak hendak menonjolkan diri ! Ia tak
pernah absen dalam semua perjuangan dan Jihad yang dihadapi Rasululloh SAW.
Said menganut Islam tidak lama sebelum pembebasan Khaibar . Dan semenjak itu ia memeluk Islam
dan taat pada Rasul. Maka ketaatan dan kepatuhan , zuhud dan keshalihan . Keluhurannya
yang mendorong menjemput Hidayah Alloh .
Said, seseorang yang amat sederhana. Saat menjadi walikota Homs ,salah satu daerah kekhilafahan
Umar bin Khattab . Said mensedekahkan seluruh gajinya.Saat istrinya meminta agar hak dari baitul
mal itu digunakan untuk kebutuhan rumahtangganya dan menyimpan sisanya.Maka dengarlah
apa yang dikatakan Said , sang pemilik kebesaran dibalik kesederhanaan : "Saya mempunyai kawan-
kawan yang telah lebih dulu menemui Alloh ….dan saya tak ingin menyimpang dari jalan mereka,
walau ditebus dengan dunia dan segala isinya …!
"Bukankah kamu tahu bahwa di dalam Surga itu banyak terdapat gadis-gadis cantik yang bermata
jeli , hingga andainya seorang saja di antara mereka menampakkan wajahnya di muka bumi , maka
akan terang benderanglah seluruhnya, dan tentunya cahayanya akan mengalahkan sinar matahari
dan bulan …
maka mengorbankan dirimu demi untuk mendapatkan mereka , tentu lebih wajar dan lebih utama
daripada mengorbankan mereka demi karenamu"
Pada tahun 20 Hijriyah dengan lembaran yang paling bersih , dengan hati yang paling suci dan
dengan kehidupan yang paling cemerlang . Sa’id bin Amir pun menemui Alloh…
Sungguh , rindunya telah tiada terkira untuk dapat menjumpai Rasul yang menjadi gurunya serta
teman sejawatnya yang sholih dan suci …!
Maka sekarang ia akan menemui Rasululloh dengan beban ringan karena tak ada di belakangnya
beban dunia yang memberati punggung .
Tak ada yang dibawanya kecuali kezuhudan , keshalihan serta kebenaran budi baiknya.
Keistimewaan tersebut digunakan " sang mutiara yang terpendam" untuk menggoncang dunia
dan dijadikan pegangan yang kokoh sehingga tak tergoyahkan oleh tipudaya dunia.
teruntuk said dan saidah masa depan
kebahagiaan sejati adalah saat kita memberi manfaat kepada orang lain dengan IKHLAS!
nur-maulidiyah.blogspot.com
July 18th, 2006 at 10:34 pm
Subhanalloh kisah said dan zaid
semoga akn ada said2 yang lain
yang berjuang dan rela berkorban demi Islam
Allohu Akbar!
July 20th, 2006 at 7:57 am
Bara api perlawanan dari semua kaderisasi islam akan terus berkobar…!!!
tiada yang sia2 dalam kehidupan kita selama kita adalah orang2 yang selalu berada dibarisan terdepan dalam membela agama ini…
smash up the capitalism..sosialism..n other rancid ideas…
keep fight sist, may Allah SWT will always guide us…
Allahu Akbar!!!
~ 82 years of resistance ~
July 20th, 2006 at 8:52 am
Sejak Pertama aku hanya kenal satu kata di dunia ini…, yakni…lawan…lawan dan lawan…bunuh…bunuh…bunuh…dan bunuh di awal di tengah dan diakhir episode mereka hanya saja sayang aku tak kenal di awal…
July 27th, 2006 at 5:40 pm
Zaid bin Haritsah, sempat diangkat anak oleh Rasulullah di awal2, dan kebiasaan waktu itu adalah mengganti nasabnya, menjadi Zaid bin Muhammad. namun setelah turu nayat yang melarang/menghapus semua itu, namanya pun berganti menjadi Zaid bin Haritsah. orang2 yang termasuk asshabiqunal awwalin.
kalau ana daripada nama Za’id ataupun Sa’id tapi lebih suka dengan kata SYAHID….
every single Mujahidin, will do anything tio reach it
like me, like you, like all of us….
baransgsiapa mengharapkan mati syahid, maka Allah akan memberinya syahid, meskipun ia mati di atas tempat tidurnya sekalipun…